31 Januari 2009

Ekspansi Dunia Ep.2

Pengalaman apply kerjaan (biar cuma kerja praktek) mank benar-benar membuka mata.

Hari ini, coba mengirimkan CV. Alamatnya sih sekitar rumah. Telepon juga sudah nanya naik angkot apa. Berangkatlah saya dengan percaya diri. Tidak perlu takut nyasar karena selama masih ada angkot, pasti bisa ketemu.

Tapi ternyata...salah turun...telepon lagi...naik angkot lagi..kelewatan...jalan kaki...sempet dicolek ma bapak2 ngga jelas pula (di pundak, untungnya...tapi baju gw jadi kotor... T_T)...naik metro mini...kelewatan lagi...naik angkot balik...akhirnya nyampe...hahahaha...

Dan ternyata...kantornya itu deket banget dari rumah..cukup dua kali naik angkot saja...dan aku sudah menghabiskan ongkos 15000 untuk perjalanan yang seharusnya 9000 saja....

Ketawa deh gw pas ngitung...Hahahahaha...

Hikmahnya sih...sekarang jadi tahu daerah2 situ...naik angkot yang belum pernah dinaikin...Liat jalan yang belum pernah dilewatin...buang kalori biar tambah seksi... =P

Dan senangnya lagi, kantornya enak, resepsionis yang dengan sabar ngeladenin telepon2 gw dari kemarin...makasih...manager HRD yang ramah banget...makasih...semoga bisa keterima dan mulai kerja minggu depan..yeeaaayyy!! (jadi ngga perlu ada Ep.3 gitu... hehe..)


Resolution of the week :
  1. One 3d sample (it's exterior project =P)
  2. Not even a single paragraph
  3. One company (test for the company before went bad, I think I wouldn't get hired there,it's fine...But I really want the job at this company which I sent my CV today)

Hahaha...I give myself score 5. Only average achievement though..even less... =P

See you next week



*I want to say congratulation to cute angel and autis boy for the new relationship between you two, happy always... ^^


29 Januari 2009

What I think when I watch Wushu...


  1. They use fake sword, don't know what the material since I watch them from 3rd floor.
  2. Very cool style, almost like dancing, wish I could see their expression. (I only can look at their back)
  3. I want my son(s) practice wushu. (boys who could do that jump are very cool)
  4. I want my daughter(s) practice wushu, too. (so they can defend themselves)
  5. I want a boyfriend that practice any martial art.
  6. I want to see my boyfriend fight someone to defend me. Hahaha...
  7. Definitely I want my boyfriend to win. (so I can give him a winning kiss, huahahahaha...)
  8. Realize I'm so an old-fashioned romantic girl which have princess syndrome for always want to be saved. (another laugh.... =D)
  9. They do a kind of theatrical play. There's a little boy who looks really strong.
  10. Get bored so I go away. Destination : Book Store. ^^

25 Januari 2009

Kupikir ...

Kupikir aku sudah menemukannya
Salah satu perhentian yang kucari
Yang juga dicari setiap orang

Tempat bernaung ketika hujan
Tempat mengadu ketika panas
Tempat bermain kala damai

Kupikir aku sudah berada di sana
Perhentian yang akan selalu ada sejauh apapun aku pergi
Tempat untuk pulang yang tidak terganti

Tapi hari ini ku berpikir lain
Mungkin lagi-lagi ini hanya selingan sementara
Ternyata itu bukan tempatku

Lalu aku berjalan lagi
Berusaha mengangkat kepalaku tinggi-tinggi
Untuk sembunyikan hatiku yang tertinggal

Kupikir...
Aku sudah menemukan tempat itu
Kupikir...

23 Januari 2009

Aku tersenyum di wajahku
Aku tertawa dalam hati

Lihatlah kalian berdua
Duduk berdekatan di ujung angkot
Kadang saling menepuk bahu
Kadang terlihat malu-malu

Kamu banyak bicara
Beragam topik sudah kamu bahas
Dari kebiasaan semedi bapakmu (dan kamu dulu)
Sampai acara kumpul-kumpul dengan yang lain
Dan gosip mereka tentang kamu dan kamu
Kamu bilang ke mereka (kata kamu) kalau kamu belum ingin pacaran
Dan aku bisa menangkap maksud lain di balik nada bicaramu
Kalau kamu sebenarnya ingin pacar kan??

Aku tertawa
Ternyata kedekatan itu bukan tanda kamu dan kamu sudah jadian
Dan tertawa lagi
Ternyata begini toh yang namanya hubungan tanpa status

Kamu diam
Hanya terus mendengarkan
Sambil sesekali mengunyah sebongkah roti
Dan menyesap susu coklat yang tinggal setengah
Kadang kamu berkomentar, bertanya sedikit-sedikit
Tapi pandanganmu tetap padanya
Memperhatikan setiap kata-katanya
Dan menjawab pertanyaannya satu demi satu
Kamu berusaha terlihat lebih "tahu"
Tapi maaf, aku tertawa (dalam hati) mengoreksi jawabanmu (juga dalam hati)

Aku tertawa lagi melihat tatapanmu
Sebenarnya kamu cinta mati??
Atau playboy kelas kakap??
Aku saja bisa mati ditatap begitu
Mati keenakan (tertawa lagi)

Kamu iseng bertanya "Apa kabar yayang-yayangmu yang lain?"
Dan kamu menjawab setengah-setengah
Setengah ingin menyembunyikan
Setengah ingin membuat kamu cemburu
Lalu kamu balik bertanya
Lagi-lagi pertanyaan yang sama

Aku tertawa lagi
Sampai kapan kalian akan saling menggoda
Rasanya satu angkot gerah mendengar kalian terus begitu
Tapi aku tak sempat mendengar kelanjutan cerita ini
Karena aku sudah sampai di perhentianku

Terima kasih untuk kamu dan kamu
Untuk menghiburku dalam perjalanan panjang ini




Aku lagi-lagi tertawa
Seiris pikiran muncul di otakku

Tahu tempe harganya gope
Udah gede kok HTSan gaya anak SMP
Cape deh...

22 Januari 2009

Ekspansi Dunia

Kemarin...apply kerjaan di Kranggan. Naik angkot tiga kali. Jauuuhhhh bener... Akhirnya sampai setelah...dua jam? Hampir segitu deh.. Jalan-jalan kecil yang tidak dikenal. Angkot-angkot yang penumpangnya jarang. Sigh...

Ternyata di sana, sedang ada tes untuk yang mau apply KP juga. Ugh...salah satunya temen seangkatan dan desainnya aku akui unik. Disuruh balik hari Selasa depan buat tes. Sempet ngga PD, tapi sudahlah... Gotta do my best next week.

Lanjut ke radio, naik angkot lagi....jauuuhhhhh lagi. Capek duduk mulu dengan kaki tertekuk secara itu kursi pendek banget. Ngelewatin daerah yang belum pernah dilalui sebelumnya, turun, dapet bus AC. Akhirnya ketemu angkutan yang familiar. Santai sampai radio.

Siaran sampai jam7. Lanjut ke mal Kelapa Gading. Naik busway, sempet dievakuasi gara-gara sirine busnya bunyi tiap digas, ngantri lagi bebeh... Ampe eneg. Sampe sana setengah sembilan.

Niat mau makan, akhirnya belanja (tepatnya dibeliin barang-barang ma saudara). Jam 9 lewat dah jalan pulang lagi. Sampai rumah jam setengah 11.

Cape banget. Tidur ngga pake mandi, jadi ngga nyenyak. Bangun kepagian jam5. Badan jadi lemaasss hari ini..



Jadi intinya...

Dari resolusi buat seminggu, cuma satu yang tercapai, apply kerjaan di minimal satu tempat. Telat sehari pula. Sisanya...lanjut minggu ini. Hehehe...

20 Januari 2009

Sedikit (banyak) Sakit

Kelemahanku dalam menulis, aku tidak bisa menulis tentang suatu tema. Sebenarnya ada banyak yang mau dibahas, banyak yang mau diceritakan, tapi entah kenapa tiap sampai tengah pasti terhenti. Antara kepanjangan, ngga jelas, makin ngga nyambung, ngga tahu mau nulis apa lagi, dan kadang merasa topik itu tidak menarik lagi.

Kelemahan ini juga aku rasakan waktu sedang mendesain. Suatu proyek yang direncanakan dari awal semester bisa berubah total wujudnya pada akhir semester. Perkembangan dalam proses desain sampai UTS lalu berganti ketika UAS. Akibatnya, bergadang berhari-hari demi menyelesaikan tugas. Seringkali, perubahan-perubahan inilah yang menjadikan proses desainku tersendat-sendat (apalagi ditambah faktor malas =P)

Apa yang salah? Itu sering kutanyakan. Dan waktu mengetik ini, aku sedikit mengerti. Mungkin jawabnya, yang kurang dariku itu adalah ketetapan hati.

Bukan. Bukan sekedar mood yang berubah. Tapi ketiadaan prinsip-prinsip dalam diriku yang jadi pegangan hidup. Hal-hal yang sederhana bisa jadi sangat pelik buatku karena panduan rel yang menuntun seperti selalu terbelah, bercabang, dan tidak jelas arahnya. Kadang aku bisa menjawab A, kadang B. Semua serba tergantung. Tergantung situasi, tergantung perasaan, tergantung dengan siapa.

Kalau sedang mengerjakan tugas, tergantung waktu yang ada, dosennya siapa, teman sekelompoknya siapa, dan lain-lain. Menulis posting tentang suatu tema pun, bahasanya bisa ngga nyambung sana sini, ini dikaitkan dengan itu, sampai akhirnya intinya hilang. Bahkan pada situasi yang paling aneh, rasanya ada "aku" yang berbeda di tiap lingkaran pergaulanku. "Aku" yang begini, yang mungkin seratus delapan puluh terbalik dengan "aku" yang begitu. Dan pada akhirnya, aku bingung, sebenarnya sifat asli gw itu gimana sih??

Kontradiksi ini sudah lama kurasakan. Sampai rasanya aku jadi "sakit".
Aku "sakit" karena iri habis-habisan pada orang-orang yang sudah tahu mau menjalani hidupnya seperti apa, dan hidup dengan "penuh".
Aku "sakit" karena saat ini aku berjalan tak tentu arah, atau malah jalan di tempat.
Aku "sakit" karena kontradiksi ini seringkali menjauhkan aku dari keluarga, sahabat, teman, dan manusia lain.
Aku "sakit" mungkin hanya karena sedang menuliskan ini.




Dan aku bingung lagi, mau bagaimana menutup tulisan ini.



*Jeng, error lagi nih gw. Halah...Halah...

17 Januari 2009

"I am a writer."

"I am a designer."

I just forget about those sometimes....

Oh...Ah...Gitu...Hm...Hhh....Jadi....

"Eh, kemaren gw baru pergi ke Puncak lho."

"Ah gw bosen pergi ke Puncak, dah keseringan pergi. Tau ngga, waktu terakhir gw ke Puncak, gw kena macet ampe lima jam! Udah gitu, mobil gw mogok lagi di tol, ampe manggil mobil derek segala lho."

"Oh gitu..."

"Iya, gw ma keluarga nyampe rumah jam 12 malam. Bayangin aja. Pas sudah sampai rumah, kita pengennya sih langsung tidur aja, tapi kunci rumah kok hilang. Kayanya ketinggalan di vila, akhirnya ngungsi dulu ke rumah saudara. Cape deh."

"Oh ya?"

"Iya bener! Gw inget banget tanggalnya, 16 Januari 20xx. Soalnya dua hari kemudian, si Ebi nembak gw. Pake acara nyanyi gitu lagi di lapangan. Malu banget. Tapi seneng sih."

"Hm..."

"Lo kenal kan ma Ebi? Mantan gw yang kedua. Kalau belum nanti gw kenalin deh. Gw masih temenan ma dia kok. Orangnya bae juga, cuma agak-agak posesif gitu deh."

"Oh...eh iya, jadi kemaren kan gw baru ke Puncak..."

"Eh tunggu, gw mau cerita, kemaren gw baru ketemu ma Ebi. Ya ampun... kok bisa-bisanya...Padahal dah lama ngga ketemu, eh sekarang malah ngomongin dia juga. Hehehe...."

"Nah di Puncak itu, gw ngeliat cacing lagi..."

"Ah ngga mau ngomongin cacing ah..Geli gw...Mendingan ngomongin Ebi yuk...Eh gw jadi pengen ketemu ma dia lagi. Menurut lo oke ngga ya kalau gw nelepon dia? Ngga kesannya ngejer-ngejer kan?"

"Tapi..."

"Bla...bla..bla..blaa..."

"Tunggu..."

"Blah....Hihihi...Bla...Bala..Bala...Blah..Cuih..."

"..."

"Wacks...Bla...Cuihh...Blaaa...Slllrrpp....Nyam...Blaa..Blaahh...Cuih..."

"..."

"Blah...Lay...Ja...Blay...Lay...Ay...Ahh..."

"Daahh."

"Eh, kok dah mau pulang. Kan gw belum selesai cerita. Nanti aja pulangnya."

"Kan tembok kamu masih ada tuh. Cerita ma dia aja. Pulang dulu ya."

"??!!!"



P.S.: Kisah di atas adalah fiktif, namun terinspirasi dari kisah nyata yang sengaja dilebay-lebaykan. =P

P.S.: Comment please ^^

15 Januari 2009

Imagination of the day

Pernah dengar ungkapan begini?

"Sebelum lahir, setiap orang diperlihatkan kehidupannya dari awal hingga akhir, lalu dia dibuat lupa. Sehingga tiap manusia akan mengalami proses pencarian dan menemukan arti hidup."


Tadi lagi ngomongin soal ramal-meramal garis tangan. Teringat ungkapan di atas, dan aku langsung nyeletuk

"Jadi tuh pas kita lagi dikasih lihat proses itu, kita cepet-cepet bikin catatan di tangan kita, biar bisa dicontek waktu kita dibuat lupa."


Hahahaha....

Agak bodoh...

Kurang penting....

Hahahaha....

Hahahahahahaha......

Hari ini...

1. Tidur jam 6 pagi bis bantuin ade bikin tugas, and she didn't thank me for that, ugh...

2. Kesiangan buat siaran, ujan, macet, akhirnya mulai jam1.

3. Inget juga duplikat kunci radio, minggu depan siaran sendiri dari pagi.

4. Ngidam makan bubur, tapi pas liat tukang buburnya bikin dengan kurang 'ahli' jadi kurang berselera.

5. Mo ikut launching album baru Rossa, kesorean sampenya, dah bubaran.

6. Pertama kali ikutan Radio Day, jalan kaki en naik bus, ke Universal en Sony Music, kenalan ma MD radio lain, dapet donat, en nonton Justin joget ala Beyonce, hahahaha....

7. Pulang naik bus AC, saking sepinya serasa naik bus antar kota, ngobrol macem2 sepanjang jalan.

8. Ngecek email, dapet kesempatan kerja, yeaaayyyy!! Mulai bikin sample 3d pertama ( part of resolution of the week) ganbatte!!

9. Baca buku Hidup Tak Bisa Menunggu by Prameshwari Sugiri, inspired by true story, lumayan bagus, karena hidup tak bisa menunggu *tau kan tag iklannya siapa...hehehe....*
(buat yang mau, hubungi gw karena buku ini sample gratis hasil kerja sama radio)

10. Nerusin baca Densha Otoko a.k.a Train Man.


A day in a list, not so bad.... Gotta do in next time=))


14 Januari 2009

Resolution of the Week

If you noticed, my posts mostly written in Bahasa Indonesia, since I had an intention to preserve our mother language. But here I am, writing in English, just because I find it much cooler to read =P.

So, I want to note some of my resolutions, not for the year, but just a week. I planned to not make any resolution this year, but now I realize that without something to aim for, my life felt very boring, yet effortless. And that's so nootttt me.

For this week :
1. Make at least 3 3d samples for my CV.
2.Start make a draft for my short story.
3.Apply to at least one company for apprentice job.

See if I can make it next week.



P.S: I know this is what you call a weekly plan. I just love the word "resolution" to make it more dramatic. =D

13 Januari 2009

I want to be fashionistaaa....!!!

Baru ketemu blog seru, yang bikin gw ngerasa...anjrittt....Keren banget.

I wish I have a lil' bit what she's got.

Visit...

http://dianarikasari.blogspot.com

Makasih buat Pejeng yang dah nemuin link ini duluan. Hehe...


Titik Balik

Bukannya aku menemukan titik balik atau apa. Tapi titik balik seorang teman mungkin sedikitnya mendekatkanku dalam pencarian ini.

Dia mengalami titik balik beberapa hari yang lalu. Istilah kerennya altering point. Dan dia mengambil keputusan bahwa sudah waktunya dia berubah, dan menentukan jalan hidup yang lebih serius. Dan dampaknya, dia harus angkat kaki dari komunitas kami, radio Untar.

Aku baru tahu tadi. Di conference room yang padat, di mana semua orang berebutan bicara, dan dia sedang memberi nasehat pada masing-masing kami.

Jangan bayangkan dia itu sudah berumur kepala tiga. Tapi dia memang paling "dituakan" di antara kami. Gara-gara sikapnya yang seperti bapak-bapak. Untung penampilannya terselamatkan oleh pacarnya (yang juga bertemu di radio ketika pertama kali bergabung =P).

Kukatakan padanya, di sela-sela tangis teman-teman yang lain. Ini bukan perpisahan untuk selamanya. Memang dia sekarang harus kerja. Memang bakal jarang main ke radio. Tapi kita masih bisa bertemu lagi kan. Tapi dalam semangat bermellow ria, ayo kita ikut mengenang, kenangan selama bersama-sama di radio. YIhaaa......

Tapi posting ini bukan tentang dia (sorry ya Le..=P)

Ini tentang aku.

Bicara soal titik balik, curhat-curhat berkepanjangan, tanpa disangka aku bisa menyalurkan gumpalan kata-kata yang bercokol di benakku belakangan ini. Sungguh...walaupun hanya melalui tuts-tuts keyboard, di tengah conference room di mana hanya tersisa tiga orang yang aktif termasuk aku, kelegaan itu menyusup di hati. Dan semoga bertambah besar....


Aku yang sedang hilang rasa.

Aku yang bingung mau jadi apa.

Aku yang ketakutan.

Aku yang setelah dianalisa oleh temanku si psikolog itu, ternyata (memang) mengalami gejala depresi ringan.



Tapi sekarang aku ingat untuk bernapas lagi.

Aku ingat untuk tersenyum lagi.

Aku bisa berusaha keras lagi.

Aku bisa berhasil menjadi tidak hanya satu, tapi semua impian yang terus meracuni pikiran ini.

Aku ingat, hidup itu harus dinikmati.


Jadi, Jaya...tutup mulut, dan nikmati saja hidup ini. Hahaha....

08 Januari 2009



Tanpa terasa 3 tahun sudah kita hidup di jalan masing-masing
Kali ini biarlah takdir kita bersinggungan lagi biar sekejap
Untuk menjadikan momen itu sebagai pengingat
Kita pernah susah dan senang bersama....



* puisi yang dibuat di kala malam dengan otak error, yang tak disangka cukup berkesan buat kalian, thx guys =P senangnya reunian kita sukses, hehehe...

04 Januari 2009

Change is Good

Taken from here. Follow the link to here. Happy reading.

A change IS going to come

I bring this up as today’s lesson: Nothing is final. One day you’re high. The next day you’re low. You might have a funky, expressive, or awful haircut today, but soon it will grow into something else, something new and random. Maybe you grew up liking pop music and boy bands, but now you like a specific mash up of Electronic & Classical. You might decide you don’t want to smoke cigarettes anymore; that it’s just not who you are. Maybe you were a staunch republican but now have curiosities about the well-spoken and well-organized Democratic Nominee. Perhaps you were madly in love last week, but woke up today feeling comfort in solitude, without a desire to be held.

Everything is fine. Not finAL.

We tend to instantly identify with “things.” And we believe in so much, when in fact, a belief isn’t known to be true. It’s a hope for the truth. We hold grudges because of what someone said when we were young. We store hurtful words and replay them in our minds until we think it to be true. And some of us believe a TV commercial and think we need a faster computer, a smarter phone, a stronger pill, a more relaxed-fit jean, etc. We think that certain things, thoughts, or actions make us who we are and sometimes we become addicted to those thoughts or behaviors and then become too afraid to let them go.

I write and post a lot therefore many people assume I have every self-published word memorized or that I live these shared thoughts constantly. This is not the case. My brain doesn’t reference myself very well actually, and I’m sure I contradict myself every other day in one way or another. One day I feel like I have all the wisdom of the world and the next day my soul wears thin and I stutter just ordering ice cream.

And everything is fine.

Because I trust in the ever-changing climate of the heart. (At least, today I feel that way.) I think it is necessary to have many experiences for the sake of feeling something; for the sake of being challenged, and for the sake of being expressive, to offer something to someone else, to learn what we are capable of. These meanderings, rants, and blogs for instance, provide a great deal of comfort just sharing it, even though i put a part of myself on the line to be criticized or considered an ass.
Oh well, Courage is triumph of the soul is guess. and an Ass can still be of great service.

So Remember, You have the right to change your mind.
About anything.
Anytime.
This is not the ending.
P.S. – No doesn’t mean forever. It simply means, “Not right now.”
And on the topic of Not right now, whatever happened to you in the past is not happening now.
You will be safe behind your honest decisions and mood swings.
I promise.

-mraz
Berlin


Bravoooo Mr. Mraz! Now I have a reason to stay moody. =p


P.S. : I also dedicate this post to a friend who has not forgotten his high school fling. This is the time to move on, my friend. For a greater love shall come to you.

03 Januari 2009

Gula-gula cinta

Kemarin ngobrol-ngobrol dengan teman lama, sembari perjalanan pulang dari restoran, di dalam mobil isi 6 orang.

Yang lain sedang seru bicara entah apa. Sementara aku dan dia, bicara dari hati ke hati. Mengejar ketinggalan selama kami tidak bertemu. Berbicara tentang perasaan.

Bagaimana rasanya menikah di usia muda?

Bagaimana perasaan yang masih tertinggal pada cinta di masa lalu?

Bagaimana menghadapi cinta yang telah mengakar dalam persahabatan?

Bagaimana dengan cinta lama yang terlupa?

Dan bagaimana melepaskan orang yang kita sayangi karena dia sudah menemukan yang dia cari selama ini?

Rasanya berjuta mengapa dan bagaimana kami bicarakan dalam perjalanan singkat itu. Kami mengaitkan si A, si B, si C, dan si D. Mereka jadi objek pembicaraan kami. Menyamakan. Lalu membedakan.

Bagaimana-bagaimana...yang tidak kami dapatkan jawabannya. Karena aku harus turun segera, dan melanjutkan perjalanan pulangku sendiri.

Aku ternyata tidak terlalu mengenalnya, dan kurasa dia juga tidak terlalu mengenalku.

Tapi aku selalu merasa beruntung mengenalnya. Dan percakapan itu, singkat tapi penuh makna. Bagai oase untuk hati ini, yang masih bingung mencari cinta.




Aku tersenyum. Aku bahagia.

Karena kamu. Karena kebersamaanmu dengannya, yang manis dan tulus bagai gula-gula.

Karena kamu dan dia, meyakinkan aku, akan cinta.

Reuni

Hari ini adalah hari yang dinantikan, di mana hampir semua siswa IPA angkatanku berkumpul, reuni.

Diawali dengan insiden yang mengakibatkan hampir saja aku nekad berangkat sendiri naik taksi, tapi pada penghujung hari, rasanya bersyukur ikut reuni itu.

Apa ya yang bisa diamati dari teman-teman lama? Perubahan. Mereka berubah. Yang dulu biasa-biasa saja sekarang jadi makin cantik. Yang dulu cantik, tambah cantik. Cantik dewasa. Tahu kan maksudnya. Yang cowo, paling kentara adalah rambut mereka yang kebanyakan dipanjangkan, dengan poni miring yang agak tebal. Gaya rambut yang selalu mengingatkan aku akan pria bule yang mengibaskan rambutnya bak model iklan shampo (seperti Prince Charming di Shrek 3 itu lho...hehehe....). Memang imajinasi yang agak berlebihan. =P

Senangnya, acara reuni bisa dinikmati semuanya. Seperti biasa ada beberapa orang yang dijadikan sasaran kegilaan teman-teman yang lain. MC juga sangat pintar membawa suasana. Apalagi ada penampilan dari teman yang bisa memainkan saksofon. Wooww... Dan dia memainkan mars sekolah kami dulu, dan kami bernyanyi bersama. Padahal sebelumnya, kita panitia berpikir bakal garing banget ngajak anak-anak nyanyi mars itu. Hehehe...

Surprise buat ketua panitia juga berjalan lancar. Dia tidak menyangka sama sekali. Semoga dia sedang menangis terharu sekarang. Hahaha....

Begitulah hari ini. Ada cerita lain sih. Tapi untuk posting yang lain saja. =P

02 Januari 2009

Si Jaya bicara...

Damn...

Kalau si sanguin dalam diriku ini sudah melewatkan tahun baru tanpa tujuan dan to do list di tahun baru ini, ternyata si melankolis...eh koleris...tapi kayanya... melankolis ini belum mau melepaskan momen itu begitu saja. Mungkin gara-gara itu, tanggal 1 Januari 2009 malam, aku merasakan ketakutan itu lagi.

Takut seperti apa?

Bayangkan kamu bermain wahana Kora-kora di Dunia Fantasi, Ancol. Duduk paling ujung. Dan ayunan perahu raksasa itu berada di titik tertinggi. Sembilan puluh derajat.

Napasmu tertahan. Jantungmu berhenti sedetik. Lalu jatuh. Dan sensasi itu terasa di perutmu, membuatmu tidak punya pilihan lain selain berteriak sekencang-kencangnya.

Sensasi itu, adalah segalanya di wahana Kora-kora. Tergelitik seperti tidak ada kepastian apa yang akan terjadi selanjutnya. Sensasi itu, rasa takut itu.

Lalu kalikan sepuluh, bahkan seratus.

Itulah rasa takut yang kurasakan.

Aku sendiri tidak pernah takut naik Kora-kora. Selalu ingin duduk paling ujung, karena aku mengejar sensasi itu. Tapi kali ini, perasaan itu sungguh berbeda. Ketika naik perahu raksasa itu, aku tidak pernah sedikit pun meragukan keamanannya. Biarpun aku diputar 360 derajat, tetap saja aku bakal naik. Tidak ada keraguan sama sekali.

Tapi bagaimana dengan ketakutan yang kurasakan ini? Sumpah, aku tidak tahu bagaimana menghadapinya sama sekali. Ada keraguan di setiap langkah. Apa ini benar? Apa ini salah? Dan aku kemarin menyimpulkan, bagaimana menumbuhkan keberanian di hati ini, kalau yang kutakuti tidak berwujud?

Semangatku habis. Nyaliku ciut. Sisa keberanianku habis ketika aku merasakan hal ini terakhir kali. Dan tidak pernah menyangka (atau mungkin sebenarnya aku sudah memperkirakan ini?) kalau aku akan merasakan ketakutan itu lagi. Yang pada apa juga aku bingung. Aku tidak tahu. Nah lhoo....

Aku belum menyimpulkan. Untuk sekarang, rasa takut itu masih bisa kusembunyikan di sudut kecil hati. Yang pada waktunya nanti, akan kuhadapi dengan perasaan bulat seperti menelan bola, atau muncul tiba-tiba sehingga mau tidak mau harus kuhadapi, siap tidak siap.

Halah...paling juga cuma PMS.

--
Jaya

P.S. : Jaya itu, tokoh yang baru kuciptakan untuk menjelaskan hal-hal yang tidak terjelaskan. Namanya diambil dari dua suku kata di ujung namaku karena belum kepikiran yang lain. Dia cowo. Biar seru aja. =p

P.P.S. : Si cetak miring, itu aku, yang agak meragukan kewarasannya sekarang. Hahaha....